jump to navigation

Persyaratan Dokumen — Nuffic Neso Indonesia September 26, 2012

Posted by derurindika in Uncategorized.
Tags: , , , , ,
2 comments

Persyaratan Dokumen — Nuffic Neso Indonesia.

Dokumen-dokumen yang biasanya diperlukan untuk pendaftaran.

• untuk program Bachelor:
– ijazah SMA
– daftar nilai / rapor
– sertifikat skor TOEFL atau IELTS
• untuk program Master:
– ijazah gelar S1
– transkrip nilai
– sertifikat skor TOEFL atau IELTS
• untuk program PhD:
– ijazah gelar S2 dari bidang yang sama dengan proposal riset Anda
– transkrip nilai
– sertifikat skor TOEFL atau IELTS

Tiap universitas membutuhkan dokumen tambahan, seperti Motivation Statement, CV, surat rekomendasi (2 buah), fotokopi paspor, fotokopi akta lahir. Beberapa universitas juga meminta skor GRE dan/atau GMAT, portfolio, dll. tergantung Anda mendaftar ke program studi apa.

Dokumen yang diverifikasi dan dilegalisir

Sayangnya, pihak pemerintah Belanda sering menemukan dokumen-dokumen palsu. Sehingga mereka menjadi sangat ketat dalam memeriksa bukti bahwa dokumen tersebut adalah asli dan seperti apa yang tertulis.

Legalisasi
Sebagai aturannya, tandatangan atau cap yang terdapat di akte kelahiran, akte pernikahan atau akte tidak menikah harus dicek oleh dua pihak yang berwenang dan dianggap sebagai asli. Ini yang disebut sebagai legalisir. Dua pihak yang berwenang adalah:

Badan yang mengisukan sertifikat. Umumnya badan ini adalah Badan Luar Negeri di negara dimana sertikat itu dikeluarkan.
Kedutaan Belanda atau perwakilan diplomatik di negara dimana sertifikat itu dikeluarkan.

Verifikasi
Jika diragukan, pihak Belanda yang berwenang akan membutuhkan sertifikat yang dilegalisir dan juga diverifikasi. Ini artinya kedutaan Belanda di negara bersangkutan harus memeriksa isi dari dokumen tersebut dan mensyahkannya valid.

Pengesahan
Akte kelahiran, akte pernikahan dan sertifikat tidak menikah tidak perlu dilegalisir seperti yang dijelaskan di atas, hanya perlu diberi stempel ’pengesahan’. Ini berarti pihak yang berwenang harus memeriksa apakah pihak yang menandatangani dokumen itu asli atau tidak.

Stempel pengesahan ini adalah bukti dari pemeriksaan tersebut.

Tanpa dilegalisir atau disyahkan.
Beberapa sertifikat tidak perlu dilegalisir atau disyahkan.

Informasi lanjut
Untuk informasi lebih lanjut mengenai legalisir, verifikasi dan stempel pengesahan, silahkan cek website Departemen Luar Negeri Belanda atau hubungi kedutaan atau konsulat Belanda di negara anda (atau di negara dimana anda tinggal secara syah).

Terjemahan
Jika salah satu sertifikat anda tidak tertulis dalam bahasa Belanda, Inggris, Prancis atau Jerman, dokumen tersebut harus diterjemahkan ke dalam salah satu bahasa yang disebut di atas.

Terjemahan dokument tersebut harus dilakukan oleh penerjemah tersumpah.

diambil dan disadur dari http://www.nesoindonesia.or.id

Indonesia Bangsa”Pemalas” September 22, 2010

Posted by derurindika in Uncategorized.
Tags: , , , , , ,
1 comment so far

Mungkin ada benarnya dulu memberi label bangsa Indonesia bangsa “pemalas”. Sebenarnya gak ada salahnya sebutan Indonesia sebagai bangsa pemalas, karena lihat aja betapa kaya dan suburnya bumi Indonesia sehingga penduduknya tidak perlu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga kita masih bisa saling membantu, tolong menolong, menjaga tali silaturahmi walau jarak berjauhan. Pada saat itu kalau bisa jarang orang Indonesia yang mau jadi bawahan orang lain. Pada zaman Belanda kita dipaksa menjadi bangsa “rajin”, kenapa?, tak lain untuk mendatangkan devisa sebanyak-banyaknya bagi mereka. Nah setelah 350 masa penjajahan tersebut, Indonesia akhirnya berhasil menjadi bangsa yang “rajin” sampai saat ini. Lihat sajabetapa banyaknya peminat PNS tiap tahunnya bahkan bersedia membayar puluhan sampai ratusan juta. Bandingkan dengan jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekitar 564.240 unit, atau 0,24 persen dari seluruh penduduk. Jadi jumlah bangsa Indonesia yang pemalas hanya tinggal 0,24 persen, yang mau enaknya sendiri, bekerja dengan semaunya walaupun malam sekalipun dan bebas menetukan hari libur kapan aja. Bahkan sekarang saking rajinnya bangsa Indonesia sekarang minyak, gas, bahkan hutan dibabat habis dan dijual ke luar negeri bukannya dipakai sendiri. Dulu, boro-boro, suruh nyari kayu bakar aja malas, paling ambil di pekarangan rumah aja. Ah, enaknya kalau Indonesia kembali jadi bangsa yang pemalas….

Belajar Kuliah Belanda August 10, 2010

Posted by derurindika in Uncategorized.
Tags: , ,
add a comment

Baca novel “Negeri Van Orange” jadi bikin ngiri aja pengen kuliah ke Belanda. Novel ini bagus nih buat referensi buat kuliah ke Belanda, setidaknya buku panduan mau ngapain di Belanda

Kuliah di Belanda Murah Kok!!! April 27, 2010

Posted by derurindika in Uncategorized.
Tags: ,
96 comments

<a href="http://kompetiblog2010.studidibelanda.com/">
<img title="Kompetiblog 2010"
src="http://kompetiblog2010.studidibelanda.com/banner/kompetiblog2010.png"
width="215" height="215" />
</a>

Sebagian orang beranggapan kuliah ke Belanda membutuhkan biaya yang besar dibandingkan dengan di Indonesia. Padahal kalau dihitung-hitung sebenarnya sama saja. Banyak beasiswa yang ditawarkan bagi calon mahasiswa Indonesia baik S1 atau S2 untuk dapat melanjutkan kuliahnya di luar negeri terutama Belanda. Selain beasiswa, bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri, biaya untuk kuliah di Belanda tergolong ringan apabila dibandingkan dengan universitas ternama di Indonesia. Bila kita ambil contoh, biaya kuliah Master (S2) di Belanda berkisar 22.000 euro (sekitar 260 juta rupiah) dibandingkan dengan biaya S2 di Indonesia yang rata-rata berkisar 100 juta rupiah. Lho dimana letak murahnya? Itu yang mungkin menjadi pertanyaan kita. Jawabannya dapat kita lihat dari hitung-hitungan rincian berikut.

Biaya kuliah S2 di Belanda

– Uang kuliah 11.200 euro = Rp 134.400.000

– Biaya hidup 750 euro per bulan X 12 = Rp 108.000.000

– Izin tinggal 438 euro = Rp 5.256.000

– Asuransi kesehatan 440 euro = Rp 5.280.000

– Material kuliah 589 euro = Rp 7.064.000

Total = Rp 260.000.000

Biaya kuliah di Indonesia

Uang kuliah = Rp 100.000.000

– Uang kos 300 ribu per bulan X 24 = Rp 7.200.000

– Uang makan dan transport 30 ribu per hari = Rp 21.600.000

Total = Rp 128.800.000

Setelah dihitung ternyata biaya kuliah di Indonesia berkisar Rp 128.800.000,- ternyata masih lebih murah. Tapi apabila kita lebih teliti biaya tersebut biaya minimum (Apa cukup bagus tuh kos yang cuma 300 ribu per bulan dan biaya makan plus transport 30 ribu rupiah per hari ?, hari gini kayaknya gak mungkin deh !), belum termasuk biaya buku, alat tulis, jajan, dan tidak ada asuransi kesehatan. Sedangkan dengan biaya 260 juta di Belanda, semua biaya tersebut sudah termasuk. Dan apabila anda bekerja paruh waktu (visa student lebih mudah dapat kerja kawan), setidaknya yang menjadi pikiran kita hanya uang kuliah saja sama izin tinggal, jadi cuma Rp 139.656.000 saja kita kuliah di Belanda. Murah kan! Apalagi kalau mempertimbangkan adanya beasiswa dan pinjaman pendidikan. Jadi tunggu apalagi, kuliah aja ke Belanda, sekalian jalan-jalan di Eropa.

Hello world! April 27, 2010

Posted by derurindika in Uncategorized.
1 comment so far

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!